Detik yang tak terluah

Saat menumpang kepala di bahu
Bila semua pinggirkan aku
Saat berikan senyuman paling manis
Waktu aku paling rindu
Saat buangkan masa rehat
Untuk melayan karenah mengada
Saat pinjamkan peha waktu memandu 
Agar aku tidur lena
Saat sapu air mata dimuka
Bila mencurah curah keluar air mata
Saat nyanyikan aku lagu
Waktu aku perlukan ia sebelum tidur
Saat dahulukan aku
Dalam semua perkara
Saat manjakan aku bagai puteri
Untuk penuhi segala kehendak hati
Saat dipilih menjadi telinga
Sebagai tempat kau bercerita
Saat kerja kuat demi aku
Khas untuk setiap cincin di jari



Semua saat yang aku tahu
Tak dapat aku kembalikan lagi
Saat yang berakhir
Dihujungnya cuma aku dan cerita kita
Yang belum tentu semua dapat baca.






Fyfyng | 2:57AM | Bilik baharu